Dwaraloka

© 2026 Dwaraloka Travel Marketplace.
Seluruh hak cipta dilindungi.

kisah kijang garungan

Admin · 3 Agustus 2026

kisah kijang garungan

kawah sikidang dieng banjarnegara merupakan salah satu destinasi yang menjadi salah satu kunjungan wajib bagi para wisatawan. selain mejadi salah satu fenomena alam panas bumi, kawah sikidang juga memiliki pemandangan yang indah dan menawan, nama kawah sikidang sendiri berasal dari nama kijang atau kidang dalam Bahasa jawa. di beri nama kawah sikidang karena sifat kawah yang melompat lompat atau berpindah pindah dari satu tempat ke tempat yang lain, maka dari itu masyarakat dieng menyebut nya sebagai kawah sikidang atau kawah kijang yang berarti melompat lompat. di sisi lain terdapat cerita yang katanya legenda menceritakan tentang seorang pangeran yang berkepala kijang/kidang yang jatuh cinta kepada putri cantik bernama Sinta Dewi, konon Sinta Dewi memiliki paras yang sangat cantik sehingga membuat para pemuda dan pangeran kijang sangat ingin meminang nya. kemudian sang pangeran membawa banyak harta dan perhiasan sebagai tanda keseriusan nya kapada sang putri. namun sebagai manusia sang putri tentu sangat keberatan apabila harus menerima pinangan dari seorang laki laki yang berkepala kijang, sekalipun dia adalah seorang pangeran yang sangat kaya raya. dengan segala kecerdikan dan kelicikan sang putri memberikan sebuah syarat yang berat kepada pangeran kijang yaitu, pangeran kijang garungan harus membuat sumur yang sangat besar dan dalam, Karena cintanya yang sangat besar kepada putri cantik Sinta Dewi maka sang pangeran menyanggupi persyaratan yang di ajukan oleh sang puteri. singkat cerita sang pangeran mulai menggali tanah, dengan segenap kekuatan dan kesaktian yang ia miliki maka sumur yang besar dan dalam itu pun hampir dalam tahap selesai, melihat pekerjaan sang pangeran yang begitu Cepat hati sang putri Sinta Dewi menjadi gelisah, lalu sang puteri memerintahkan semua pasukan nya untuk menimbun sumur itu dengan tanah dan dalam keadaan sang pangeran berada di dasar sumur. menyadari bahwa diri nya di jebak oleh sang putri maka seketika itu sang pangeran murka, dałam keadaan terperangkap oleh urukan tanah oleh para prajurit sang putri ,sang pangeran pun mengeluarkan kesaktian nya sehingga membuat ledakan hebat dari dalam sumur tersebut, walaupun sudah berusaha dengan segenap kekuatan yang ada namun sumur yang pangeran gali itu terlalu dalam, sehingga sang pangeran tak mampu melawan maut. dalam keadaan marah dan sekarat sang pangeran menatap Wajah Sinta Dewi dari kedalam sumur dan mengucapkan kutukan kepada sang puteri " wahai Sinta Dewi ... cinta ku begitu tulus pada mu, sehingga aku tak begitu memperhatikan betapa licik nya pembalasan atas cinta ku pada mu, untuk mengetahui rasa sakit karena kelembutan yang berlebihan.. dan untuk berdarah dengan rela dan gembira maka semua keturunan mu akan menjadi anak gimbal..... maka tewaslah sang pangeran berkepala kijang itu dengan menggenggam cinta dan dendam dalam kubur nya.... demikian lah cerita tentang kijang garungan yang di ceritakan yang konon menjadi cerita legenda namun bukan dari masyarakat dieng dan sampai sekarang legenda tersebut tidak jelas siapa yang mengarang atau menceritakan nya. dan anak berambut gimbal di kalangan masyarakat dieng bukan lah sebuah kutukan atau sebuah aib bagi masyarakat kami, masyarakat dieng. dan untuk lebih detail nya nanti kita akan membahas anak rambut gimbal di next story.