komplek candi arjuna
Admin · 27 Januari 2026

Kompleks Candi Dieng merupakan kumpulan candi Hindu beraliran Syiwa yang terletak di Dataran Tinggi Dieng, Kabupaten Banjarnegara, Jawa Tengah. Kompleks ini diyakini sebagai salah satu bangunan candi batu tertua di Pulau Jawa. Sejarah Pembangunan Periode Pembangunan: Diperkirakan dibangun secara bertahap antara akhir abad ke-7 hingga pertengahan abad ke-8 Masehi. Penguasa: Pembangunannya dikaitkan dengan masa pemerintahan Kerajaan Kalingga hingga awal era Kerajaan Mataram Kuno di bawah pimpinan Dinasti Sanjaya. Fungsi Utama: Didirikan sebagai tempat pemujaan Dewa Syiwa serta pusat kegiatan keagamaan di kawasan pegunungan. Nama "Dieng" sendiri berasal dari bahasa Kawi/Sanskerta Di (tempat/gunung) dan Hyang (dewa), yang berarti "semayamnya para dewa". Bukti Prasasti: Di kawasan ini ditemukan prasasti berangka tahun 808 M bertuliskan huruf Jawa Kuno serta arca Dewa Syiwa yang kini disimpan di Museum Nasional. Penemuan Kembali dan PemugaranTerendam Air (1814): Candi ini ditemukan kembali dalam kondisi terendam air danau/rawa oleh seorang tentara Inggris. Pengeringan (1856): Pemugaran awal dilakukan oleh seniman dan fotografer Belanda, Isidore van Kinsbergen, yang memimpin pengeringan telaga di sekitar candi. Restorasi: Pembersihan dan penggalian dilanjutkan oleh pemerintah Hindia Belanda sejak tahun 1864 hingga pemugaran fisik secara berkala oleh Pemerintah Indonesia. Kelompok Candi Diperkirakan semula terdapat ratusan candi di kawasan ini, namun yang tersisa dan berdiri utuh saat ini berjumlah 8 candi. Nama-nama candi tersebut diambil dari tokoh pewayangan epos Mahabharata: Kelompok Arjuna: Candi Arjuna, Candi Semar, Candi Srikandi, Candi Puntadewa, dan Candi Sembadra. Kelompok Gatotkaca: Candi Gatotkaca. Kelompok Dwarawati: Candi Dwarawati. Candi Bima: Berdiri terpisah dengan gaya arsitektur khas bergaya India Selatan/Utara.
